Jika kita mencintai seseorang Berusahalan untuk tampil apa adanya karena Cinta sejati selalu dapat

Jalan Dahlan Tanjung Simpang Abadi Ruko Abadi No 12, Tanjung Morawa, Kab. Deli Serdang, Telp. 0857-6226-4524

Sabtu, 22 Desember 2012

Istilah-istilah dan Pengertian Ekonomi



Istilah-istilah dan Pengertian Ekonomi 

Nama      : Ardian Syahputra Alwin
NPM      : 113224041
Fak/Jur   : Ekonomi/Akuntansi
               : UMN AL-WASHLIYAH MEDAN

1.        Agen : perantara perdagangan yg nama perusahaan menjualkan barangnya didaerah tertentu.
2.        Aggregate supply (penawaran agregat) : total nilai barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.
3.        Agregate demand (permintaan agregat ) : jumlah belanja yg direncanakan atau diinginkan dalam suatu perekonomian secara keseluruhan dalam suatu perekonomian secara keseluruhan dalam suatu periode tertentu.
4.        Analisis ekuilibrium parsial : analisis yg mengkonsentrasikan pada pengaruh perubahan dalam masing – masing pasar.
5.        Anggaran actual : jumlah anggaran yang dicatat pada tahun tertentu.
6.        Anggaran berimbang : suatu anggaran yg disusun sedemikian rupa sehingga total belanja sama dengan total penerimaan.
7.        Anggaran structural : terjadi pada saat perekonomian beroperasi pada output potensial.
8.        Anggaran siklikal : yang mengukur efek dari siklus bisnis terhadap anggaran
9.        Angka indeks : untuk mengetahui atau mengukur perubahan melalui perbandingan antara variabel dari waktu ke waktu.
10.    APC (rata – rata kecenderungan untuk konsumsi) : rasio pengeluaran konsumsi terhadap pendapatan
11.    Apresiasi : naiknya mata uang dalam negeri terhadap valuta asing dipasar valuta asing.
12.    APS (rata – rata kecenderungan untuk menabung) : rasio tabungan perorangan terhadap pendapatan.
13.    Arbitrase : spekulasi tanpa resiko.
14.    Asset (harta atau aktiva) : milik berupa barang berwujud serta hak tax berwujud yang mempunyai nilai ekonomi.
15.    Average product (produk rata-rata) : produk total atau output total dibagi oleh kuantitas dari satu jenis input.
16.    Average revenue (penerimaan rata-rata) : penerimaan total dibagi oleh jumlah unit total yg dijual yaitu penerimaan perunit.
17.    Balance of trade (neraca perdagangan) : bagian dari neraca pembayaran yg merinci impor dan ekspor barang berwujud.
18.    Bank : badan usaha yg menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya kemabali kepada masyarakat.
19.    Bank komersial : sebuah lembaga perantara keuangan yg fungsi utamanya adalah menerima simpanan giro.
20.    Bank money : uang yg diciptakan oleh system perbankan khususnya uang giral yg ditimbulkan oleh ekspansi berganda dari cadangan bank.
21.    Bank sentral : badan atau instansi pemerintah yg bertanggung jawab terhadap pengendalian peredran uang dan kondisi perkreditan nasional.
22.    Barter : cara perdagangan dimana barang ditukar dengan barang.
23.    Bauran kebijakan fiscal dan moneter : kombinasi kebijakan fiscal dan moneter yg dipergunakan untuk mempengaruho aktivitas makroekonomi.
24.    Biaya marjinal : tambahan dalam jumlah biaya yg diperlukan untuk menghasilkan 1 tambahan unit output.
25.    Biaya minimum : biaya per unit terendah yg mungkin dicapai
26.    Biaya oportunitas : nilai dari kesempatan penggunaan suatu barang ekonomi berikutnya , atau nilai dari alternative yg dikorbankan.
27.    Biaya rata – rata : jumlah biaya dibagi dengan kuantitas barang yg dihasilkan.
28.    Biaya tetap rata – rata : biaya tetap dibagi oleh oleh jumlah unit yg diproduksi.
29.    Biaya variabel : biaya yg bervariasi menurut tingkat output.
30.    Biaya variabel rata – rata : jumlah biaya variabel dibagi dengan kuantitas produk yg dihasilkan.
31.    Bond (obligasi) : sertifikat yg memberikan bunga yg diterbitkan pemerintah atau perusahaan,berisi janji akan membayar bunga dan jumlah pokok.
32.    Budget line (garis anggaran) : garis disuatu grafik yg sumbu-sumbunya menggambarkan kombinasi barang yg bisa dibeli oleh konsumen.
33.    Budget surplus (surplus anggaran) : kelebihan penerimaan pemerintah terhadap pembelanjaan pemerintah.
34.    Bunga : pendapatan yg dibayarkan kepada mereka yg meminjamkan uang
35.    Bunga majemuk : bunga yg dihitung juga dari bunga lalu.
36.    Bursa efek : tempat diperjual belikan efek –efek atau tempat bertemunya pihak yg menawarkan dan pihak yg memerlukan dana jangka panjang.
37.    Bursa komoditas : tempat dipamerkannya contoh barang – barang produksi yg diperjualbelikan.
38.    Bursa valuta asing : suatu tempat kegiatan usaha yg memperdagangkan berbagai jenis mata uang asing seperti bank – bank devisa dan money changer.
39.    Cadangan bank : bagian atas simpanan masyarakat di bank yg harus disimpan di khasanah atau dibank sentral tanpa menerima bunga.
40.    Cadangan rasional : menyelesaikan kesulitan likuiditas luar negeri atau neraca pambayaran luar Negara .
41.    Capital-output ratio (rasio modal/output) : dalam teori pertumbuhan ekonomi, yaitu rasio stock modal total disbanding GNP tahunan.
42.    Capitalism(kapitalisme) : sebagai system perekonomian dimana sebagian besar barang milik(tanah dan modal)menjadi milik pribadi.
43.    Cartel (kartel) : asosiasi produsen dalam suatu industry yg bertujuan membatasi atau mencegah persainagn antar perusahaan dalam industry.
44.    Central bank (bank sentral) : badan atau instansi pemerintahan yg bertanggung jawab terhadap pengendalian peredaran uang dan kondisi perkreditan nasional.
45.    Ceteris paribus : sebuah kondsi artificial yg diangkat oleh para ahli ekonomi untuk,secara terpisah, mengamati hubungan antara dua variabel ekonomi.
46.    Clearing market : suatu pasar dimana harga-harga cukup flexsibel untuk menyimbangkan penawaran dan permintaan dalam waktu singkat.
47.    Collusive oligopoly (oligopoly kolusif) : struktur pasar yg ditandai oleh sejumlah kecil perusahaan yg melakukan kolusi dan bergabung untuk membuat keputusan bersama.
48.    Consumer surplus (surplus konsumen) : selisih antara jumlah yang persediannya akan dibayar oleh konsumen untuk sebuah komoditi dengan jumlah yang sebenarnya dibayarkan
49.    Consumption (konsumsi) : jumlah seluruh pengeluaran perorangan atau Negara untuk barang – barang konsumsi selama suatu periode tertentu.
50.    Common stock (saham biasa) : instrument keuangan yg mencerminkan kepemilikan dan hak suara dalam suatu perseroan.
51.    Credit (kredit) : dalam teori moneter, penggunaan dana orang lain sebagai imbalan dari janji akan membayar dikemudian hari.
52.    Dana likid : harta keuangan yg bebas resiko dan langsung dapat dikonversi menjadi uang
53.    Dana uang : instrument keuangan jangka pendek yg amat likuid yg dimliki oleh investor dimana suku bunganya tidax diatur.
54.    Debit : istilah akuntansi untuk menjelaskan pertambahan dalam aktiva atau pengurangan dalam pasiva.
55.    Deficit anggaran : berlaku dipemerintahan , kelebihan total belanja dari total penerimaan.
56.    Deficit anggaran belanja : belanja pemerintah untuk barang, jasa, dan pembayaran transfer yg melebihi penerimannya dari pajak dan dan sumber pendapatan .
57.    Deflasi : penurunan tingkat harga secara umum.
58.    Demand pull inflation : inflasi harga yg diakibatkan oleh kelebihan permintaan dari persediaan barang yg ada
59.    Deposito berjangka : dana yg disimpan dibank dan hanya dapat ditarik kembali setelah suatu jangka waktu tertentu.
60.    Depresi : periode berkepanjangan dimana tingkat pengangguran sangat tinggi, tingkat output dan investasi yg rendah , penurunan harga dan kegagalan usaha secara luas.
61.    Depresiasi mata uang : mata uang sebuah Negara dikatakan didepresiasi apabila nilainya menurun dibandingkan dengan mata uang lainnya.
62.    Depresiasi penyusutan aktiva : penurunan nilai suatu aktiva
63.    Derived demand (permintaan turunan) : permintaan akan suatu factor produksi yg disebabkan oleh permintaan akan barang jadi yg dihasilkan factor tersebut.
64.    Devaluasi : penurunan nilai resmi mata uang suatu Negara disbanding mata uang lainnya atau disbanding emas
65.    Disekuilibrium : keadaan perekonomian yang sedang tidak berada pada keadaan
66.    Disinflasi : proses penurunan tingkat inflasi yang tinggi
67.    Disposable income (pndapatan bebas ) : pendapatan yg sudah siap untuk dibelanjakan
68.    Distribusi : semua kegiatan yg ditunjukan untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
69.    Efek : surat bukti utang jangka panjang (obligasi) surat tanda penyertaan modal (saham),sekuritas kredit, dan surat berharga lainnya.
70.    Efisiensi : penggunaan sumber daya ekonomi yg menghasilkan tingkat kepuasan maksimum yg muingkin pada input tertentu.
71.    Efek subsitusi perubahan harga : konsumen untuk mengkonsumsi lebih banyak barang jika harganya turun, dan mengurangi konsumsinya bila harganya naik.
72.    Efisiensi : penggunaan sumber daya ekonomi yang menghasilkan tingkat kepuasan maksimum yang mungkin pada input tertentu.
73.    Efisiensi alokatif : suatu situasi perekonomian dimana tidak ada lagi usaha reorganisasi atau perdagangan yg dpt memakmurkan 1 individu tertentu tanpa mengurangi utilitas atau kepuasan individu lain.
74.    Ekonomi positif : studi tentang apa (teori ekonomi)
75.    Ekspor neto : nilai ekspor barang dan jasa dikurangi nilai impor barang dan jasa
76.    Ekstensifikasi modal : tingkat pertumbuhan jumlah modal riil yg tepat sama dengan pertambahan angkatan kerja .
77.    Ekuilibrium : keadaan dimana kesatuan ekonomi berada pada keadaan seimbang , atau kekuatan – kekuatan yg mempengaruhi kesatuan itu sedang seimbang.
78.    Ekuilibrium koperatif: hasil yg dicapai oleh kedua partisipan ketika mereka bertindak serempak
79.    Ekuilibrium nash : terdapat pada teori permainan yg mengacu pada satu set srategi bermain. Dimana tidak ada pemain yg dapat memperbaiki nilai hasilnya
80.    Ekuilibrium umum: keadaan ekuilibrium bagi perekonomian secara keseluruhan adalah dimana keadaan harga barang dan jasa sedemikian rupa sehingga keseluruhan pasar.
81.    Elastisitas : menggambarkan reaksi suatu variabel terhadap perubahan variabel.
82.    Elastisitas harga dari permintaan yg elastic atau pemintaan elastic : situasi apabila elastisitas permintaan lebih dari nilai satu.
83.    Elastisitas harga dari permintaan yg inelastic atau permintaan yg inelastic : situasi apabila nilai elastisitas permintaan lebih kecil dari satu.
84.    Elastisitas harga atas penawaran : konsepsinya mirip elastisitas harga atas permintaan kecuali yg diukur adalah reaksi penawaran dari perubahan harga.
85.    Elastisitas harga atas permintaan : ukuran kadar sejauh mana kuantitas yg diminta pembeli bereaksi terhadap perubahan harga.
86.    Elastisitas pendapatan pada permintaan : permintaan akan suatu barang tidak saja dipengaruhi oleh harga barang tetapi juga oleh pendapatan konsumen.
87.    Elastisitas permintaan uniter : situasi diantara permintaan yg elastic dan permintaan yg tidak elastic dimana elastisitas harga bernilai 1
88.    Elastisitas silang : ukuran sejauh mana permintaan akan suatu barang konsumsi atau input dipengaruhi bukan oleh harganya sendiri tetapi oleh harga barang lain.
89.    Element utility : benda itu berguna karena ada unsure didalamnya.
90.    Faktor produksi : input yg bersifat produktif seperti mesin , peralatan , tenaga kerja, dan tanah.
91.    Fleksibilitas harga : perilaku harga dalam pasar “lelang” dimana harga langsung bergerak keatas atau kebawah setiap kali ada perubahan
92.    Fungsi konsumsi : skedul yg mengaitkan jumlah konsumsi dengan pendapatan yg dapat dibelanjakan.
93.    Fungsi produksi : fungsi matematis yg menyatakan berapa jumlah output maksimum yg dapat dicapai dengan suatu unit input dan teknologi tertentu.
94.    Fungsi tabungan : skedul atau table yg memperlihatkan jumlah tabungan yg bersedia ditabung oleh rumah tangga atau Negara, pada setiap tingkat pendapatan
95.    Garis anggaran : garis disuatu grafik yg sumbu – sumbunya menggambarkan kombinasi barang yg bisa dibeli oleh konsumen menurut pendpatan.
96.    Garis batas kemungkinan utilitas : grafik yg melukiskan utilitas atau kepuasan dari dua konsumen yg masing – masing diukur pada setiap sumbu.
97.    GNP nominal : nilai dari seluruh jasa dan barang jadi yg diproduksi dalam kurun waktu tertentu oleh suatu Negara pada pasar
98.    GNP potensial : tingkat gnp maksimum yg dapat dipertahankan pada suatu tingkat teknologi dan populasi tertentu
99.    GNP riil : gnp nominal yg telah dikoreksi dengan factor inflasi, yaitu gnp nominal / deflator gnp
100.Government debt ( utang pemerintah) : total kewajiban pemerintah dalam bentuk obligasi dan pinjaman  jangka pendek. 
101.Account/ rekening/ perkiraan : Kumpulan informasi dalam suatu system akuntansi

102.Assets/ harta/ aktiva : Sumber-sumber ekonomi  yang dikuasai oleh perusahaan dan masih memberikan kemanfaatan di masa akan datang.

103.Cost/ biaya/ beban : Nilai yang di ukur dengan uang untuk memperoleh barang/ jasa atau semua pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan.

104.Variabel cost/ biaya variable : Biaya yang jumlah totalnya berubah-ubah secara proporsional (dalam persentase yang sebanding) dengan perubahan kegiatan.

105.Fixed cost/ biaya tetap : Biaya yang jumlah totalnya tidak berubah, walaupun kapasitas dan volume kegiatan berubah.

106.Semi variable cost/ biaya semi variable : Biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan.

107.Semi fixed cost/ biaya semi fixed : Biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.

108.Direct cost/ biaya langsung : Biaya yang dikeluarkan/ dibebankan dimana biaya tersebut bisa langsung dihubungkan dengan obyek yang dibiayai/ dibebani.

109.Indirect cost/ biaya tak langsung : Biaya yang dikeluarkan/ dibebankan dimana biaya tersebut tidak bisa dihubungkan langsung dengan obyek yang dibebani/ dibiayai.

110.Administrative cost/ biaya administrasi : Biaya administrasi yang pada umumya disatukan dengan biaya umum dengan nama biaya administrasi dan umum.

111.Administrative expense budget : Anggaran untuk biaya administrasi.

112.Actual cost/ biaya actual : Biaya sesungguhnya yang dikeluarkan perusahaan.

113.Expired cost : Biaya yang sudah dikonsumsi habis pada tahun berjalan.

114.Losses : Expired cost yang tidak mempunyai sumbangan pada pembentukan pendapatan tahun berjalan.

115.Unexpired cost : Biaya yang belum dikonsumsi tahun berjalan dan diharapkan akan dipakai untuk membentuk pendapatan di masa yang akan datang.

116.Sunk cost  : Biaya akibat keputusan masa lalu yang akibatnya harus dibukukan sekarang.

117.Relevant cost/ biaya relevan : Biaya yang patut dipertimbangkan sebagai dasar pengambilan keputusan.

118.Opportunity cost/ biaya kesempatan : Biaya karena kesempatan memperoleh penghasilan.

119.Marginal cost/ biaya marginal : Tambahan biaya karena keputusan untuk menambah unit yang diproduksi.

120.Differencial cost/ biaya diferensial : Jumlah biaya yang berbeda jika dihitung menurut satu set kondisi-kondisi tertentu disbanding dengan satu set kondisi-kondisi lain.

121.Imputed cost/ biaya modal sendiri : Suatu konsep yang pada dasarnya sama dengan biaya kesempatan, yaitu kesempatan memperoleh penghasilan dari modal sendiri akibat modal sendiri tersebut harus digunakan untuk beroperasi.

122.Job order costing/ harga pokok pesanan : Suatu metode harga pokok yang cocok untuk perusahaan-perusahaan yang mengolah produksinya berdasarkan pesanan pihak tertentu.

123.Process costing / harga pokok proses : Suatu metode harga pokok yang cocok untuk perusahaan yang mengolah produksinya secara continue.

124.Direct costing : Suatu metode penentuan harga pokok dimana hanya biaya produksi variabel saja yang dibebankan sebagai bagian dari harga pokok produksi.

125.Variabel costing : Suatu metode penentuan harga pokok dimana penyajian laporan laba rugi dan perhitungan harga pokok didasarkan atas tingkah laku biaya.

126.Period cost : Biaya yang setiap periode harus tetap dikeluarkan atau dibebankan tanpa dipengaruhi perubahan kapasitas kegiatan.

127.Committed fixed cost/ biaya tetap committed : Biaya tetap yang jumlah maupun pengeluarannya dipengaruhi oleh pihak ketiga, dan tidak bisa dikendalikan oleh manajemen.

128.Mixed cost/ biaya campuran : Biaya yang bersifat campuran antara biaya variabel dan biaya tetap.

129.Profit plan : Rencana dari manajemen yang meliputi seluruh tahap dari operasi di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu memperoleh laba.

130.Break even point/ titik impas : Suatu keadaan dimana perusahaan dalam kondisi tidak mendapatkan laba atau menderita rugi.

131.Product cost/ biaya produksi : Biaya yang dikeluarkan oleh fungsi produksi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi.

132.Production cost report : Laporan tentang biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan.

133.Production quantity budget : Anggaran tentang jumlah barang yang akan diproduksi pada satu periode tertentu.


134.Joint cost/ biaya bersama : Biaya overhead bersama yang harus dialokasikan ke berbagai departemen, baik dalam perusahaan yang kegiatan produksinya berdasarkan pesanan maupun yang kegiatan produksinya dilakukan secara massa.

135.Equity : Modal yang ditanamkan oleh pemilik modal (investor) baik berupa saham atau aktiva lainnya.

136.Accounting : Suatu kegiatan jasa yang fungsinya menyajikan informasi kuantitatif tentang lembaga-lembaga ekonomi terutama yang bersifat keuangan.

137.Average cost : Biaya rata-rata dari semua total biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam proses produksi.

138.Cost accounting/ akuntansi biaya : Proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk dan jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya.

139.Current Asset/ harta lancer : Harta/ aktiva perusahaan yang  bisa cepat di uangkan seperti piutang dan persediaan.

140.Fixed Asset/ aktiva tetap : Harta/ aktiva perusahaan yang nilai ekonomisnya lebih dari satu tahun.

141.Merger : Penggabungan dua perusahaan atau lebih dengan satu nama perusahaan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar